Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Info Banyuwangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Banyuwangi. Tampilkan semua postingan

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai - Sejak 9 Maret 2013 lalu, Banyuwangi memiliki 1.100 titik wireless fideliity (WiFi) yang dapat digunakan untuk ngenet secara gratis. Dari sekian banyak lokasi, Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria termasuk yang paling disukai warga untuk menjelajahi dunia maya.
Tiga tahun lalu, TMP Wisma Raga Satria masih menjadi lokasi yang sepi. Bahkan bisa dibilang, tempat tersebut terkesan menyeramkan. Walau lokasinya berada di jantung kota Banyuwangi, namun pada malam hari, suasana gelap menjadi ciri khas tempat itu.
Suasana itu berubah drastis sejak dua tahun silam. Lokasi sunyi dan menyeramkan berubah menjadi ramai saat Pemkab Banyuwangi itu menyulap lokasi tersebut menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Bagian depan kawasan itu dinamakan taman Sayu Wiwit. Sedangkan yang bagian belakang, tetap disebut TMP Wisma Raga Satria.
Pada siang hari, lokasi itu terlihat indah dan sejuk dengan taman rumput hijau dan beberapa tanaman pohon kelapa sawit yang tertata rapi. Sedangkan kalau pada malam hari, suasana gemerlap berbagai jenis lampu menyinari di sela-sela pohon yang berdiri tegak dan menambah keindahan taman itu.
Sejak disulap menjadi RTH, lokasi menjadi jujugan dan ramai dikunjungi warga bersama keluarga.
Kemeriahan taman itu bertambah rmai, sejak di launching-nya program Banyuwangi Digital Society (BDISO) 9 Maret lalu.
Dengan program itu, warga Banyuwangi semakin mudah mendapatkan akses internet di beberapa tempat. Ada sekitar 1.100 titik WiFi yang dipasang mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru. Salah satu lokasi yang dipasang WiFi gratis itu adalah spot taman Sayu Wiwit di kompleks RTH TMP Wisma Raga Satria.
Lokasi taman Sayu Wiwit itu bukan satu-satunya RTH dan fasilitas umum yang dilengkapi fasilitas WiFi gratis. RTH lain , seperti Taman Blambangan, Taman Sritanjung, dan lokasi publik lainnya juga dilengkapi fasilitas akses internet.
Hanya, spot Sayu Wiwit di TMP tersebut menjadi pilihan warga untuk akses internet. Sejak tiga bulan ini terakhir ini, taman itu selalu ramai dipadati warga. Mulai pukul 09.00 setiap hari, warga mulai memadati lokasi yang berhadapan langsung dengan kantor Bupati Banyuwangi itu. Sedangkan kalu malam hari, warga masih terlihat ngenet hingga larut malam. Dalam sehari, praktis lokasi itu tidak pernah sepi dari warga yang sedang berselancar di dunia maya.
Aktivitas akses internet di Taman Sayu Wiwit mulai dibatasi. Saat ini, pengelola RTH TMP Wisma Raga Satria mulai membatasi aktivitas warga pada malam hari. Untuk malam hari, aktivitas ngenet dibatasi hingga pukul 24.00.
mengapa lokasi itu menjadi favorit warga? Sebagian besar pengunjung taman mengaku akses internet di lokasi itu lebih cepat daripada wifi di lokasi lain.
Sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa mengaku sudah mengetahui lokasi yang tersedia WiFi gratis. Namun mereka memilih spot Sayu Wiwit sebagai lokasi idaman untuk mengembara melalui dunia maya.
Selain faktor akses internet yang cepat, lokasi itu dipilih karena suasana tamanya menyenangkan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, aktivitas akses internet yang dilakukan warga beraneka ragam. Mulai dari aktivitas pekerjaan, akses materi pelajaran, hingga akses acara-acara hiburan dan olah raga.”Lagi mengerjakan tugas programmer.Internet cepat,” ujar Kiki, seorang siswa SML di TMP Wisma Raga Satria kemarin (2/6).
Sedangkan pengunjung RTH lainnya, seperti Taman Sritanjung dan Taman Blambangan sama-sama ramai. Namun mereka datang, bukan untuk ngenet melainkan untuk berolahraga. Beberapa warga ada terlihat yang melakukan akses internet namun tidak seramai di Taman Sayu Wiwit. Itu pun hanya terjadi pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya.
Meski Taman Sayu Wiwit selalu ramai dengan kunjungan warga, namun aksi orang yang tidak bertanggung jawab masih saja terjadi di lokasi itu. Fasilitas penerangan lampu taman masih sering kali menjadi sasaran maling. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (TKP) sudah sering mengganti lampu, karena fasilitas penerangan itu sering amblas digondol maling. (bay)
Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013
1 komentar

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo - Berdasarkan Administratif Pemerintahan Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi.  Secara geografis terletak di ujung Timur Pulau Jawa wilayah pantai Selatan antara 8° 26′ 45″ – 8° 47′ 00″ LS dan 114° 20′ 16″ – 114° 36′ 00″ BT.
Taman Nasional Alas Purwo
Didalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang luasnya 43.420 Ha, terdiri dari beberapa zona (mintakat) antara lain, yaitu :
  • Zona Inti (Sanctuary zone) seluas 17.200 Ha.
  • Zona Rimba ( Wilderness zone) seluas 24.767 Ha.
  • Zona Pemanfaatan (Intensive use zone) seluas 250 Ha.
  • Zona Penyangga (Buffer zone) seluas 1.203 Ha.
Rata-rata curah hujan berkisar antara 1000-1500 mm per tahun dengan temperatur berkisar antara 22° – 31° dengan kelembapan udara antara 40 – 85 %.  Wilayah Taman Nasional Alas Purwo sebelah Barat menerima curah hujan lebih tinggi bila dibandingkan dengan wilayah sebelah Timur.
Dalam keadaan biasa, Taman Nasional Alas Purwo pada bulan April sampai dengan bulan Oktober adalah musim kemarau dan bulan Oktober sampai dengan bulan April musim hujan.
Secara umum daratan kawasan Taman Nasional Alas Purwo adalah datar sampai bergelombang, hampir seluruh kawasan dikelilingi perairan Laut Selatan.  Daratan tertinggi dijumpai pada Gunung Linggamanis (322 mdpl).
Keadaan tanah hampir keseluruhan merupakan jenis tanah liat berpasir dan ada sebagian kecil yang berupa tanah lempung.
Sungai di kawasan Taman Nasional Alas Purwo umumnya dangkal dan pendek.  Sungai yang mengalir sepanjang tahun hanya terdapat di bagian Barat Taman Nasional yaitu Sungai Segoro Anak dan Sunglon Ombo.  Mata air banyak terdapat di daerah Kucur, Gunung Kunci, Goa Basori dan Sendang Srengenge.
Secara umum tipe hutan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan hujan tropis dataran rendah.  Hutan bambu merupakan formasi yang dominan, diduga 40% dari total luas hutan yang ada. Telah tercatat sedikitnya 420 jenis tumbuhan yang terdiri dari jamur, rumput, herba, semak, liana dan pohon.
Berdasarkan tipe ekosistemnya, hutan di Taman Nasional Alas Purwo adpat di kelompokkan menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam dan padang penggembalan.
jenis satwa alas purwo
Jenis Satwa Taman Nasional Alas Purwo
Keanekaragaman jenis satwa/fauna di kawasan Taman Nasional Alas Purwo secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 golongan yaitu Mammalia, Aves, Pisces dan Reptilia.  Di kawasan Taman Nasional Alas Purwo terdapat beberapa jenis satwa antara lain Banteng, Rusa, Ajag, Babi Hutan, Kijang, Macan Tutul, Lutung dan Kera Abu-abu.
Burung yang telah berhasil di identifikasi berjumlah 233 jenis terdiri dari burung darat dan burung air beberapa jenis diantaranya merupakan burung migran.  Beberapa jenis burung yang mudah dilihat diantaranya Ayam Hutan, Merak dan Cucak Hijau.
Untuk reptilia telah teridentifikasi sebanyak 20 jenis dan mammalia sebanyak 31 jenis.
Sebagian besar mata pencaharian masyarakat disekitar kawasan adalah bertani, buruh tani dan nelayan. Masyarakat nelayan kebanyakan tinggal di wilayah Muncar, yang merupakan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Jawa.
Mayoritas penduduk sekitar kawasan pemeluk agama Islam, namun banyak pula penduduk yang beragama Hindu terutama di desa Kedungsari dan dusun Kutorejo,
Secara umum masyarakat sekitar Taman Nasional Alas Purwo digolongkan sebagai masyarakat Jawa tradisional.  Bertapa, semedi, saiyan (gotong royong sewaktu mendirikan rumah), bayenan serta selamatan-selamatan lain yang berkaitan dengan pencarian ketenangan bathin masih membudaya.  Pada hari-hari tertentu seperti I Syuro, bulan purnama, bulan mati, masyarakat datang ke kawasan Taman Nasional Alas Purwo untuk mensucikan diri.
Bantulah melestarikan
TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
dengan :
Tidak mengambil apapun kecuali foto kenangan
Tidak meninggalkan apapun kecuali tapak kaki
Sumber : Informasi Obyek Wisata Alam Taman Nasional Alas Purwo
1 komentar

BUPATI TARGETKAN 38 PERSEN PENDUDUKNYA MELEK INTERNET

BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menargetkan 38 persen dari 1,6 juta penduduk Banyuwangi melek internet.

Tentu saja hal itu tidak mudah untuk mewujudkan, sejauh ini dari 1,6 juta penduduk di Banyuwangi 32 persen adalah penduduk muda yang mana berpotensi menggunakan internet.

Hal tersebut disampaikan saat berbincang dengan wartawan di pendopo Banyuwangi, terkait program Banyuwangi Menjadi Digital Society yang bekerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom).

Sampai Maret 2013 ini sudah 1100 wifi yang sudah terpasang di sejumlah titik di Banyuwangi, semuanya sudah dimanfaatkan oleh penduduk Banyuwangi.
"Untuk sejauh ini pemakainya masih usia muda ataupun mereka yang bekerja di kantor, namun kita tidak memaksa seluruh warga Banyuwangi untuk internetan, namun kita akan terus mensosialisasikan ke masyarakat dengan terus memperbanyak memasang wifi," ujarnya.

Sementara itu pengamat ekonomi dari enciety Business Consult Kresnayana Yahya menyatakan betapa pentingnya penggunaan infrastruktur tekhnologi dalam pertumbuhan ekonomi suatu kota.

Sebab, dengan adanya infrastruktur tekhnologi yang mumpuni maka segala potensi yang dimiliki oleh suatu kota bisa diakses di seluruh dunia.

"Banyak hal yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan digital society. Kalau dulu sektor pendidikan maupun ekonomi hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar, kini di daerah pun bisa memanfaatkan hal tersebut," ujar Kresnayana.

Dengan adanya Digital Society maka service jalan, pariwisata jalan yang mana orang-orang mengetahui pariwisata bukan dari travel agent tapi cukup dengan website. [uci/but] (sumber: beritajatim)
0 komentar

WARGA ANTUSIAS SAMBUT DIGITAL SOCIETY

SURYA Online, BANYUWANGI - Celoteh, guyonan dan perbincangan ringan menyeruak dari sekelompok remaja di Taman Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi, Jumat (8/3/2013) sore. Sekelompok ABG perempuan dan laki-laki itu sambil memelototi tiga buah komputer jinjing.

Satu komputer jinjing disimak oleh beberapa orang. Mereka asyik membaca dan mendiskusikan, apa yang mereka tatap di komputer jinjing itu. "Kami sedang nyari tugas sekolah, ini sedang browsing sama baca-baca," ujar Fadel, satu di antara anggota kelompok itu.

Fadel dan teman-temannya adalah murid SMPN 1 Banyuwangi. Mereka duduk di bangunan terbuka di taman itu, sambil browsing karena di taman tersebut tersedia wifi gratis.
Tidak hanya Fadel dan kawan-kawan yang memanfaatkan fasilitas wifi gratis itu. Sejumlah warga lainnya juga duduk lesehan di atas lantai keramik di bangunan itu. Hujan rintik membuat bangunan tanpa sekat itu, dipenuhi para pengelana dunia maya. "Enak, gratis. Sudah nggak kehitung kita ke sini berapa kali. Kalau nyari tugas pasti ke sini," imbuh Gita, murid SMPN 1 Banyuwangi.

Saat hujan tidak turun, sejumlah orang duduk di trotoar taman juga untuk mengakses internet gratis di tempat itu. Padahal Taman Sayu Wiwit berada di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banyuwangi. Namun tidak ada suasana 'angker' di tempat itu, karena diramaikan warga yang nongkrong sambil mengakses internet.

Taman yang berada di seberang kantor Bupati Banyuwangi itu, merupakan salah satu titik yang diberi wifi kerjasama Pemkab Banyuwangi dengan PT Telkom.

Banyuwangi menjadi daerah percontohan Digital Society di Indonesia. Saat ini sudah terpasang 1.100 titik wifi di seluruh Banyuwangi, dari target 10.000.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, masyarakat Banyuwangi sudah mulai memanfaatkan wifi gratis itu. Pihak sekolah sangat antusias, dan ingin mendapatkan akses wifi ini. Karenanya, ke depan sekolah-sekolah di Banyuwangi akan menjadi titik penempatan wifi dalam program Banyuwangi Digital Society ini. (sumber:tribun news)
0 komentar

TELKOM SIAPKAN 10.000 TITIK WIFI DI BANYUWANGI

BANYUWANGI - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap membangun lebih kurang 10.000 titik akses internet cepat nirkabel atau wifi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, hingga akhir 2013.

Direktur Enterprise & Wholesale Telkom M Awaluddin di Banyuwangi, Kamis, mengatakan hingga saat ini sedikitnya 1.100 titik wifi telah selesai digelar dan secara bertahap akan terus dikembangkan dan diperbanyak, sesuai pertumbuhan dan kebutuhan warga.

"Selain itu, Telkom juga merealisasikan akses internet melalui jaringan kabel ke rumah-rumah warga atau program ini kami sebut digital home," katanya di sela-sela pra-peluncuran "Banyuwangi Digital Society (DiSo)" di Pendopo Shaba Swagata Blambangan.
Menurut Awaluddin, Banyuwangi merupakan kabupaten/kota pertama di Indonesia yang menerapkan konsep digital society, karena adanya dukungan besar dari pemerintah daerah dan budaya masyarakat setempat yang menganggap teknologi informasi dan komunikasi sangat penting.

"Digital society merupakan bagian dari program besar Telkom untuk mewujudkan Indonesia Digital Society, sekaligus mendorong terciptanya Indonesia Digital Network pada 2014. Setelah ini, program digital society akan diimplementasikan di daerah lain," tambahnya.

Untuk program Banyuwangi DiSo, lanjut Awaluddin, Telkom juga menyiapkan beberapa aplikasi pendukung, seperti Indigov (pemerintahan), Indischools (sekolah/pendidikan), dan Indipreneur (aplikasi khusus untuk usaha mikro kecil dan menengah yang sudah online).

"Kami berharap dukungan teknologi informasi ini bisa menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi," katanya dengan menambahkan peluncuran resmi program Banyuwangi DiSo dijadwalkan pada 9 Maret 2013 oleh Menkominfo Tifatul Sembiring.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi akan membantu pemda dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

"Nantinya, sistem administrasi di Pemkab Banyuwangi akan terintegrasi dalam satu sistem aplikasi sehingga bisa dengan mudah dan cepat untuk dijalankan melalui perangkat IT. Saya cukup memantau berbagai hal melalui laptop atau komputer tablet yang sudah dilengkapi aplikasi itu," katanya. (ant/gor)

0 komentar
 

Copyright © 2013. SDN KEPATIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Rivaldo
Proudly powered by Blogger